Online Courses – Unit Khusus Kilang (RFCC)

| | 0 Comments| 5:37 AM|
Categories:
CONTOH: "Paket Peralatan Utama Unit". Pekerja Harus Memiliki Ilmu Dasar, dan Ketrampilan operasi Dasar Harus tahu kondisi saat bertugas dan bisa, siap membantu operasi serta mengatasi saat emergensi shut-down sebagai petugas perusahaan di Unit Proses Area Tugasnya

Berlatih Yang Efektif

(1) Kenali Unit Proses FCC, RCC or RFCC Secara Umum dan Data design alatnya. 

(2) Diperdalam dan dalami Sampai Detail (paham, hafal teori, kondisi operasi dan tahu persis tataletak alat dengan intrumentasi nya dan detail prosedur operasi   Kilang (Siap presentasi / di Test siapapun) serta 

(3) (Kuasai/ pahami) cara kerja peralatan sesuai Kondisi Normal Operasi dan Batasan Design (batas daya tahan: alat + material proses) serta safety area kerja.

Guidance How To Develop Operation Skill for RF CC in a Refinery

  1. Proses Garis dan PFD
  2. Detail KondisiOperasi dan Tahapan Proses (dari feed, Proses dan sampai Produk) pakai PFD
  3. Besar  Kenali PFD dan Detail P&ID
  4. Kenali Paket Peralatan dan Cara Operasi, (Purging, Filling, Heat-up, Operasi, Nrmal Operasi, Cara Kontrol, AtasiAlarm maupun Troblu Shooting serta Emergency)
  5. Kenali Cara Shutdown yang Baik (tanpa merusak Peralatan dan Isi Vesel atau pun Katalis), sampai siap Start up Cepat kembali.
  6. Line-up dan lenali setiap posisi peralatan detail, Cara kerja detail dan Secara Perorangan dan ber kelompok (Beregu)
  7. Mampu presentasikan / menceritapak dengan mengambarkan P&ID di depan Intruktur secara benar.
  8. Bagi Panelman, Terus berlatih Simulatir.
  9.  Terakhir – Berlatih Beregu secara simulati. Sebagaian jadi petugas panel dan lainnya tersebar dikolasi, mengikuti perintah Panel Man.
  10. Sililasi sesuai prosedur (Mampu  terlatih untuk Start-up, Touble Shooting, Emergency alat (paket Peralatal ataupun over aoll Unit)
  11. Simulasi Bersama “In Case Of Fire” menyelamatkan unit dan peralatan dengan bantuan team lainnya. (Dibawa Koordinasi Manager Operasi dan GM Setempat)
RFCC KILANG BBM
fcc
FCCU merupakan unit similar dengan RCC dan RFCC 

Unit RCC dan RFCC adalah pengembangan dari FCCU, yaitu teknologi dari fluid catalityc cracking atau perengkahan Butiran Oil dalam aliran katalis panas yang bergerak (Bagaikan fluida atau fluidize) di reaktor FCU / RCC /RFCC.

Perubahan yang zaman ke zaman dari catalylic cracking berawal dari kajian fix bed catalyst di pipa, berubah jadi di reactor dengan riser dan cylone dengan catalyst yang bergerak (fluid) kemudian catalyst yang bergerak dipisah dari fluid pada cylone reactor.

Katalis dipisah dan diregenerasi dalan ruang tersendiri (Regenerator, semula 1 stage, kini 2 stage). Sejak itu berkembang Reactor dan Regenerator FCU, Jadi FCCU, RCC dan RFCC. Reactor dan Regenerator dikembangkan untuk mendapatkan reaksi paling efektif dan efisien, dengan teknologi katalis yang juga berkembang terus.

Maka untuk Unit berbeda, dan Process Licensor, akan ada perbedaan design alat, kondisi operasi dan kualitas serta struktur peralatan, serta instrumentasi. Walau Inti nya adalah Reaksi semprotasn (Oil panas feed jadi butiran) ketemu Katalis panas pasca regenerasi, kontak beberapa detik, terjadi “Proses perengkahan secara reaksi katalitis”

Semua Unit harus dipelajari kondisi dan persyaratan operasi sesuai design untuk area tugas masing masing.

 

Online Course atau Zoom atau Classroom

Era kini ‘Online Course’ menjadi pola pembelajaran awal yang banyak diterapkan. Untuk level pemahaman teori level dasar dan agak umum, belajar via online course masih memungkinkan. 

Namun untuk ‘materi detail operasi kilang’, bila temu muka kurang efektif.  Bagi instruktur, melihat kesan di wajah trainee, paham atau tidaknya atau perlu penjelasan lanjut kurang terlihat.

Transfer informasi basic, yang via online masi bisa. Namun perlu ditambah dengan belajar langsung, training mengenal alat di lapangan dan didampinga pekerja senior setempat untuk failiarisasi peralatan. Bawa serta dokumen gambar dan cheklist kondisi operasi serta SOP yang diperlukan. Kemudia kembali via zoom bercerita, atau presentasi / menggambarkan dipapan tulis uang disorot kamera. Dilanjutkan dangan Q&A tanya jawab.

 

Certification Courses

Sertifikasi kursus sebagai ‘rekam jejak pelatihan dan bukti materi ajar yang diikuti peserta latihan’. Juga sebagai ukuran kesiapan ditugasi di unit proses yang dilatih. Sertifikasi menjadi hak trainee bahwa ada rekam jejak dan para instruktur mengusulkan untuk diterbitkan hasil yang bersangkutan untuk siap ikut tugas.

 

Inti Materi Kursus. 

Membangun ‘kemampuan Pekerja secara perorangan atau kelompok’.

Yang perlu ditransfer kepada trainee adalah pengetahuan dasar pengenalan design Unit Proses – peralatan yang akan dioperasikan – tata cara operasi yang sesuai batasan design peralatan, sebagai prosedur aman operasi serta teknis control operasi secara perorangan atau secara team’. 

Dilatih ‘kebisaan dan kebiasaan [Skill]’ operasi agar percaya diri dan terlatih bertindak sesuai prosedur aman memenuhi keharusan dalam operasi kilang- peralatan – asset kilang.

Sertifikasi merekam kemampuan saat pelatihan, lolos Test Terlulis, lolos presentasi dengan Q&A yang disiapkan untuk presentasi di ruang pelatihan. 

Bila pelatihan ‘secara On-line, hasil presentasi dan Q&A – direkam’. 

Kemampuan praktek lapangan ‘perorangan maupun kelompok’ direkam

Semua  – dinilai oleh senior yang dipilih yang tugaskan di kilang sedang penjelasan via ‘presentasi perorangan atau kelompok’ di ruangan.

Membangun ‘basic knowledge, basic skill how to operate dan kompetensi trainee harus mencapai “diatas minimum standard yang dibutuhkan kilang”. 

Semua trainee dilatih basic yang sama, kemudian dikembangkan (diperdalam) disesuaikan level tugas perorangan dan kelompok dalam operasi Teknis Kilang.

Pelatihan yang diperlukan terlihat seperti tabel dibawah, disertifikasi  dengan persetujuan management setempat. 

 

Tahapannya diawali dengan Teori Umum dan Q&A tentang:

  • Media yang proses (Crude Oil, Feed  atau lainnya), kondisi operasi normal dan kendala proses. 

  • Pengenalan Peralatan ; Start-up, Start/stop peralatan, normal operasi, trouble shooting sesuai petunjuk vendor dan  proses licensor.

  • Kenali  contoh garis besar materi pelatihan secara uum, sbb. :

1- Basic Hydrocarbon untuk pekerja Kilang, 

2- Media dan sarana Utilities kilang

3- Basic safety kilang, segitiga api dan pengawasan safety serta latihan pemadaman api.

4- Chemicals, Katalis, Media bantu proses.

5. Basic proses unit kilang secara umum dan plant tour unit kilang dan Q&A.

6- Detail Berbagai Jenis Peralatan proses, utilities kilang dan EWTP

7- Detail Cara kerja Instrumentasi kilang 

8. Power plant dan peralatan listrik

9. Piping, Vesel, Kolom, HE  dan perlengkanan kolom dan vesel dengan safety device 

10. Mengenal berbagai Unit proses dan Unit Utilities Kilang secara umum

Pelatihan Khusus , 

11. Mengenal peralatan dan rangkaian peralatan unit khusus yang terpasang

12. Diperkenalkan proses dan cara operasi sesuai design, 

13. Pelatihan tatacara operasi per peralatan dan secara over all

14. Uji pemahaman via presentasi, 

15. Line-up kenali  detail yang terpasang di kilang untuk dioperasikan, 

16. Uji kemampuan kesiapan operasi secara perorangan dan kelompok, serta 

17. Latihan pemahaman kondisi emergency peralatan dan unit tugas dan  pemulihkan atau 

18. Line-up Unit dan teknis kontrol operasi saat start-up, normal operasi dan shutdown unit. 

19, 20 dst, sesuai fasilitas kilang

 

Mengingat banyaknya materi, perlu diuraikan lebih detail dengan tata waktu yang cukup panjang. Pelatihan terbaik dimulai pada praktek operasi alat sejenis, di unit sejenis sebelum penugasan di kilang baru.

 

Selain itu dilatih mengenal sebaran peralatan area tugas dan pembagian tanggung & jawab saat operasi normal operasi dan saat bila terjadi emergency.

Para petugas berlatih dengan target agar terbangun hafal variasi peralatan sejenis, dibangun Soft Skill dan Hard Skill operasiCompetency Operasi via training, magang Q&A, Task-list khusus / penugasan dengan daftar Q&A untuk di kilang serta dipresentasikan di Class room. 

 

Presentasi perorangan dan kelompok disertai Assessment dan improvement di area kilang seakan real operasi. Sekaligus menjadi bahan diskusi sesama trainee.

 

Bila ada start-up dikilang sejenis, perlu dilibatkan, atau minimal monitoring Start-up dan Q&A sambil memantau “Real perubahan kondisi start-up, kegiatan operasi tempat praktek via Virtual DCS – Big Screen- disiapkan dan memantau kegiatan nyata yang ada Radio (HT) para pekerja sejak persiapan sampai normal operasi di kilang sejenis tersebut.

Hal tersebut menambah percaya diri.

 

Q&A berbagi pengalaman tentang Teori dan teknis Operasi, berbagi pengalaman tentang kendala operasi dan peralatan, berbagai kendala dan solusi best practices saat start-up dan aspek management OPerasi Kilang BBM.

 

Setiap saat trainee ditantang siap untuk presentasi perorangan dan/atau beregu.

Diupayakan agar Team CSU mandiri sesuai jenis tugas di Unit Proses. Kemandirian, karena jumlah trainee banyak dan tersebar di berbagai unit kerja, mereka diuji agar diyakinkan team baru betul betul siap untuk dilibatkan bertahap untuk tugas mendatang.

Kesiapan Pre-Commissioning, Commissioning, Startup dan Operasi serta menangani secara team in case of Emergency (on Fire) New Unit tersebut juga disimulasikan bersama management, sedang team start-up fokus sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

 

 

 

RCC

Hydrocabon Basic

Mengenal secara basic disesuaikan kebutuhan peran tugas operasi mendatang tentang hydrocarbon yang di proses di Kilang sebagai media proses saat bertugas dan tata cara handling yang tepat.

Ringkasan yang dibahas – struktur molekul, fraksi, tidik didih dan karakter kimia fisika serta perlilaku saat dioperasikan, saat diproses serta aspek safety

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *